STATISTIK DAN PROBABILITAS

Tentukan jenis tampilan tabel yang bagaimana yang anda gunakan untuk kasus – kasus berikut :

• Berdasarkan Jenis barang agar supaya  bisa diketahui jenis barang mana yang menunjukan tren naik, dan mana yang menurun.

Data nya (mouse gaming 299, meja computer 250, keyboard 199, keyboard wireless 100)

 

JUMLAH PENJUALAN

BERDASARKAN JENIS BARANG

JENIS BARANG JUMLAH
  • Mouse Gaming
299
  • Meja Komputer
250
  • Keyboard
199
  • Keyboard Wireless
100

JUMLAH

848

 

• Berdasarkan daerah penjualan, agar bisa diketahui daerah mana yang memberikan hasil penjualan yang tinggi/terbesar

JUMLAH PENJUALAN

BERDASARKAN JENIS KOTA

NAMA KOTA JUMLAH
  • Jakarta
2860
  • Tanggerang
1500
  • Palembang
1350
  • Medan
1094

JUMLAH

6.804

 

Jumlah pengangguran diperinci berdasarkan : Data Bebas

• Berdasarkan keahlian dan pendidikan

JUMLAH PENGANGGURAN BERDASARKAN

KEAHLIAN DAN PENDIDIKAN

NO

NAMA KOTA KEAHLIAN PENDIDIKAN JUMLAH

1

Jakarta 2780 850 3630

2

Kalimantan 1986 455

2441

3

Bali 1345 441

1786

4

Makasar 1200 460

1660

5

Palembang 1100 378

1478

6

Medan 1441 463

1904

7 Bandung 1220 495

1715

8

Jambi 984 356 1340

 

• Berdasarkan umur, keahlian dan daerah asal.

JUMLAH PENGANGGURAN BERDASARKAN

KEAHLIAN, UMUR DAN DAERAH ASAL

NO

EDITOR PROGRAMMER

UMUR (TAHUN)

1 Medan Jakarta
2 80 15

16-20

3 45 48

22-25

4 57 66 26-30
5 32 73

31-35

6 39 40

36-50

JUMLAH 253 242

 

Jumlah Kredit perbankan yang diperinci berdasarkan :

• Berdasarkan jenis kredit (data: mobil usaha 20, mobil dinas 15, mobil pribadi 30)

JUMLAH KREDIT PERBANKAN YANG

DI PERINCI BERDASARKAN JENIS KREDIT

NO JENIS KREDIT JUMLAH

1

MOBIL USAHA 20

2

MOBIL DINAS

15

3 MOBIL PRIBADI

30

JUMLAH

65

 

• Berdasarkan Jenis kredit dan bank yang memberikannya.

JUMLAH KREDIT PERBANKAN YANG DI PERINCI BERDASARKAN

JENIS KREDIT DAN BANK YANG MEMBERIKAN-NYA

NO

              BANK YANG MEMBERIKAN JENIS KREDIT

JUMLAH

1

BANK BCA MOBIL USAHA 20

2

BANK MANDIRI MOBIL DINAS

15

3 BANK MEGA MOBIL PRIBADI

30

JUMLAH

65

POPULASI DAN METODE SAMPLING

Dalam dunia penelitian kata populasi digunakan untuk menyebutkan serumpun atau sekelompok obyek yang menjadi sasaran penelitian atau merupakan keseluruhan (universum) dari obyek penelitian. Berdasarkan penentuan sumber data, populasi dapat dibagi menjadi dua, yaitu Populasi Terbatas (populasi yang memiliki sumber data yang jelas batas-batasnya secara kuantitatif) dan Populasi Tak Terhingga (populasi yang memiliki sumber data yang tidak dapat ditentukan batas-batasnya secara kuantitatif dan hanya dapat dijelaskan secara kualitatif).

Rumus Issac dan Michael 

[Rumus+Issac+dan+Michael.JPG]

dimana :

s = Jumlah sample
N = Jumlah populasi
λ2 = Chi Kuadrat, dengan dk = 1, taraf kesalahan 1%, 5% dan 10%
d = 0,05
P = Q = 0,5

• Rumus Snedecor GW & Cochran WG

apabila besar populasi (N) tidak diketahui atau (N-n)/(N-1)=1 maka besar sampel dihitung dengan rumus sebagai berikut :

z2.jpg

Keterangan :

n = jumlah sampel minimal yang diperlukan

= derajat kepercayaan

p = proporsi anak yang diberi ASI secara eksklusif

q = 1-p (proporsi anak yang tidak diberi ASI secara eksklusif

d = limit dari error atau presisi absolut.

• Rumus Jacob Cohen (dalam Suharsimi Arikunto, 2010:179)

N = L / F^2 + u + 1

Keterangan :
N = Ukuran sampel
F^2 = Effect Size
u = Banyaknya ubahan yang terkait dalam penelitian
L = Fungsi Power dari u, diperoleh dari tabel

Power (p) = 0.95 dan Effect size (f^2) = 0.1
Harga L tabel dengan t.s 1% power 0.95 dan u = 5 adalah 19.76
maka dengan formula tsb diperoleh ukuran sampel
N = 19.76 / 0.1 + 5 + 1 = 203,6, dibulatkan 203

 

  • Rumus menurut pendapat Hadari Nawawi (Margono,2004: 123-125)

Nawawi (Margono, 2004: 123) memberikan cara untuk memperoleh :

                                                 

jumlah sampel minimal yang harus diselidiki dengan menggunakan rumus:

Keterangan:

n = Jumlah sampel

≥ = Sama dengan atau lebih besar

p = Proporsi populasi persentase kelompok pertama

q = Proporsi sisa di dalam populasi

Z 1/2 = Derajat koefisien konfidensi pada 99% dan 95%

b = Persentase perkiraan kemungkinan membuat kekeliruan dalam menentukan ukuran sampe.

KESIMPULAN :

Dari berbagai penjelasan di atas dapat kita simpulkan bahwa teknik penentuan jumlah sampel maupun penentuan sampel sangat berperan penting dalam penelitian. Sampel yang diambil secara sembarangan tanpa memperhatikan aturan-aturan dan tujuan dari penelitian itu sendiri tidak akan berhasil memberikan gambaran menyeluruh dari populasi. Penentuan sample yang kurang tepat menentukan kualitas penelitannya.

 

Refferensi :

https://ctaufik.web.id/2020/01/19/sample-penelitian-penentuan-jumlah-teknik-dan-penjelasan/

http://risalna.blogspot.com/p/rumus-sample-size.html

http://ssantoso.blogspot.com/2008/08/populasi-dan-metode-sampling-materi-vi.html