POPULASI DAN METODE SAMPLING

Dalam dunia penelitian kata populasi digunakan untuk menyebutkan serumpun atau sekelompok obyek yang menjadi sasaran penelitian atau merupakan keseluruhan (universum) dari obyek penelitian. Berdasarkan penentuan sumber data, populasi dapat dibagi menjadi dua, yaitu Populasi Terbatas (populasi yang memiliki sumber data yang jelas batas-batasnya secara kuantitatif) dan Populasi Tak Terhingga (populasi yang memiliki sumber data yang tidak dapat ditentukan batas-batasnya secara kuantitatif dan hanya dapat dijelaskan secara kualitatif).

Rumus Issac dan Michael 

[Rumus+Issac+dan+Michael.JPG]

dimana :

s = Jumlah sample
N = Jumlah populasi
λ2 = Chi Kuadrat, dengan dk = 1, taraf kesalahan 1%, 5% dan 10%
d = 0,05
P = Q = 0,5

• Rumus Snedecor GW & Cochran WG

apabila besar populasi (N) tidak diketahui atau (N-n)/(N-1)=1 maka besar sampel dihitung dengan rumus sebagai berikut :

z2.jpg

Keterangan :

n = jumlah sampel minimal yang diperlukan

= derajat kepercayaan

p = proporsi anak yang diberi ASI secara eksklusif

q = 1-p (proporsi anak yang tidak diberi ASI secara eksklusif

d = limit dari error atau presisi absolut.

• Rumus Jacob Cohen (dalam Suharsimi Arikunto, 2010:179)

N = L / F^2 + u + 1

Keterangan :
N = Ukuran sampel
F^2 = Effect Size
u = Banyaknya ubahan yang terkait dalam penelitian
L = Fungsi Power dari u, diperoleh dari tabel

Power (p) = 0.95 dan Effect size (f^2) = 0.1
Harga L tabel dengan t.s 1% power 0.95 dan u = 5 adalah 19.76
maka dengan formula tsb diperoleh ukuran sampel
N = 19.76 / 0.1 + 5 + 1 = 203,6, dibulatkan 203

 

  • Rumus menurut pendapat Hadari Nawawi (Margono,2004: 123-125)

Nawawi (Margono, 2004: 123) memberikan cara untuk memperoleh :

                                                 

jumlah sampel minimal yang harus diselidiki dengan menggunakan rumus:

Keterangan:

n = Jumlah sampel

≥ = Sama dengan atau lebih besar

p = Proporsi populasi persentase kelompok pertama

q = Proporsi sisa di dalam populasi

Z 1/2 = Derajat koefisien konfidensi pada 99% dan 95%

b = Persentase perkiraan kemungkinan membuat kekeliruan dalam menentukan ukuran sampe.

KESIMPULAN :

Dari berbagai penjelasan di atas dapat kita simpulkan bahwa teknik penentuan jumlah sampel maupun penentuan sampel sangat berperan penting dalam penelitian. Sampel yang diambil secara sembarangan tanpa memperhatikan aturan-aturan dan tujuan dari penelitian itu sendiri tidak akan berhasil memberikan gambaran menyeluruh dari populasi. Penentuan sample yang kurang tepat menentukan kualitas penelitannya.

 

Refferensi :

https://ctaufik.web.id/2020/01/19/sample-penelitian-penentuan-jumlah-teknik-dan-penjelasan/

http://risalna.blogspot.com/p/rumus-sample-size.html

http://ssantoso.blogspot.com/2008/08/populasi-dan-metode-sampling-materi-vi.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s